Manusia Indonesia, panik dengan kenaikan harga BBM. Demonstrasi di seluruh pelosok tanah air, komentar hampir di semua media massa, dan tak kalah pentingnya nuansa politis masuk ke wilayah tersebut padahal apabila nuansa politis masuk ke suatu wilayah mau tidak mau, suka tidak suka, diakui ataupun tidak akan semakin “memperibet” semua urusan yang ada…lantas apakah kita tidak usah berpolitik? enggak bijak kali ya kalau kita melepaskan politik dalam seluruh suasana kehidupan…bukankah mulai kita di dalam kandungan, dilahirkan sampai meninggal dunia kita senantiasa berhubungan dengan politik? eh…sebelum lebih jauh berbicara politik..apa sih politik itu? jangan-jangan politik hanya diartikan sebagai oknum DPR yang serba kotor dan negatif…..wah kalau itu pikiran anda berarti anda tidak mengerti apa itu politik….untuk menjawabnya nanti kita bahasa pada bahasan lebih gamblang ya.
Sekarang kan kita lagi membicarakan kenaikan BBM. Lebih kita fokus dulu deh ke hal tersebut karena kalau berbicara politik sama lamanya dan sama asyiknya ketika kita berbicara “dunia Ghaib” dan (maaf ) “dunia porno” kalau membicarakannya tidak pernah tuntas dan selesai dalam waktu singkat.
Kalau melihat kondisi sekarang ternyata yang jauh lebih berbahaya dan menyengsarakan bukanlah kenaikan BBM tetapi kelangkaan BBM. Kalau BBM naik tapi suply masih ada masih dapat kita usahakan walaupun dengan ngutang-ngutang. Tetapi kalau sudah langka, punya uang seberap banyakpun tidak akan bisa mendapatkan BBm tersebut “wong BBM nya ora teko-teko” terus yang dibeli apa???????????